Novel sejarah ini mengisahkan perjuangan Tan Malaka, tokoh sentral perjuangan kemerdekaan kaum pribumi, bersama sekelompok pemuda untuk membebaskan bahwa cita-cita kemerdekaan mampu melampaui ketakutan pada ancaman penjara, pembuangan, hingga kematian, membawa kita pada suatu masa ketika gagasan Indonesia Raya mulai tumbuh bersemi.
Buku ini berisi pergumulan perjalanan dwitunggal (Sukarno-Hatta) sekaligus penegasan bahwa mereka bukan dipaksa untuk memproklamasikan kemerdekaan RI, namun Proklamasi kemerdekaan RI sebenarnya sdah menjadi bagian dari strategi mereka yang dirancang sejak tahun 1920-an.